Found on - LINK
Found on - LINK

you can’t blame gravity for falling in love - Albert Einstein

(Source: fuckyeahkidulzzang)
Hari ini dingin. Walau di siang hari. Leherku terasa kaku, telapak kakiku beku. Rinai hujan seakan mengalir dari mataku. Terasa benar dinginnya. Menjalar ke pipi hingga sampai ke sendi. Bagaikan badai salju yang tiba-tiba membekukan taman di luar jendela kamarku. Kau datang saat itu. Membawakan senyuman paling hangat yang pernah ada. Senyuman yang jarang sekali bisa aku lihat. “Kemana saja?” tanyaku dalam hati. Dan seingatku, ini adalah kali pertama kau melakukannya. Bahkan aku tak pernah berharap ini terjadi. Telapak tanganku mengepal. Jika ingin kugambarkan, pasti warnanya membiru. Terlampau dingin untuk membekukan darah dalam alirannya di telapak tanganku. Kau seakan mengerti apa yang sedang aku rasakan. Kau seperti menggenggam tanganku, tapi seperti juga merangkulku, aah„ tidak.. lebih tepatnya menghangatkanku. Kau terlihat sangat tenang. Tanpa balutan kata-kata. Hanya tersenyum penuh makna. Tenang dan hangat. Terlebih lagi sinaran matamu bagai senja yang hangat. Jauh dari malam dingin. Aku benar-benar tak pernah memikirkannya. Tak pernah berharap. Tapi itu terjadi… Saat mulai menghangat, telapak kakiku tak lagi beku. Leherku tak lagi kaku. Dan senja mulai menyapa. Aku terbangun dalam tidurku. Menemukan tubuhku berada dalam balutan selimut halus. Kristal-kristal bening air hujan masih bersisa di kaca jendela. Menetes pada ranting pohon. Dan juga masih menyisakan tanya dalam pikiranku. Apa yang sedang terjadi barusan? Apakah aku bermimpi? Tapi aku masih bisa merasakannya hangatnya hingga sekarang.

aku sedang tidak berada di sebuah titik kejenuhan paling maksimal.
aku hanya sedang merindukanmu.
aku tidak bisa berkata banyak.
karena aku juga tak mengerti apa.
yang paling penting adalah, di saat aku merindukanmu, air mata ini terasa begitu dingin dan mengering dengan sendirinya.
aku sedang tidak berada di titik terjenuhku.
aku pernah mengalami yang lebih buruk lagi.
aku hanya sedang merindukanmu.
angin malam menerobos relung jiwa. mata terpejam perlahan, terpejam, da hilang. hilang. hilang. hilang. semua gelap. gelap di dalam ruangan tak bersisi tak bersudt. gelap. kosong. tak ada satu pun titik yang jatuh di fokus pandanganku. kosong. semuanya kosong. entah ada di dimensi mana? dia mencariku. dengan kata sapaan yang langsung menghujam kalbu. di dalam kegelapan, di dalam kekosongan. dia mengusikku dengan sungguh-sungguh. tanpa hati, tanpa perkiraan. aku tersesat di dalamnya. hilang, gelap, kosong.
yup. gw memang bener baru aja beres baca buku ini. dan„ gw rasa buku ini ada benarnya. upsss maksudku banyak benarnya.
tokoh Aku di buku itu benar-benar bisa menularkan perasaannya. aku jadi Patah Hati padahal gak ada yang nyakitin :(
AKU BENER-BENER PATAH HATI BACA CERITANYA.
GAK TAU HARUS NGAPAIN KALAU JADI SI AKU DI BUKU ITU.
:( :(
apa kalian mencium bau kegalauan di diriku??
yah bisa jadi…. memang ceritaku gak sama kayak buku itu. tapi tema ceritaku sama persis sama judul buku itu.
CINTA TAK PERNAH TEPAT WAKTU (aku suka judulnya)
arghh.. aku gak mau bercerita disini… entah kenapa aku jadi “nyari-nyari” si X. dan kenapa aku terkadang pingin ngelupain si Y aja. arghhhhhhhhhhhhh
aku. entah bagaimana harus mendeskripsikan diriku sendiri.
mengaku baik.
mengaku tidak pemarah.
mengaku tidak pendendam.
mengaku tidak cemburu.
mengaku ramah.
MUNAFIK.
AKU CUMA ORANG MUNAFIK!!
buktinya, aku sekarang MARAH.
aku sekarang DENDAM
aku CEMBURU
aku TIDAK RAMAH
dan AKU MUNAFIK.
AKU DIJAHATI.
ada yang berkhianat.
ADA YANG BERKHIANAT!!!!
AKU MARAH.
KESAL.
AKU TIDAK BAIK.
ada TEMAN yang berkhianat.
JANJINYA MENGUAP.
KATA-KATANYA bercampur dengan bibir-bibir SOK INGIN TAHU ITU.
aku sangat marah, heran dan kesal.
tapi„ beginilah cara marahku.
PURA-PURA BAIK.
PURA-PURA TIDAK TAHU.
dendam yang berlebihan.
dan aku pun tak pernah dewasa.
umurku…
aku hanya ingin jadi lebih dewasa setiap harinya.
tapi kenapa harus ada kata-kata BERKHIANAT di antara pertemanan??
aku Marah
kenapa dia merasa jadi orang yang paling menyedihkan??
dia nggak sadar ada yang lebih menyedihkan.
dan dia masih berfikir hanya dia saja yang boleh sedih.
lantas bagaimana caranya mengobati kesedihan yang disebabkan oleh dia yang bersedih??
What proven today